Bingung membaca judul tulisan ini? Supaya tau aja yak,judul tulisan ini, sebenarnya adalah pengalaman gw pada saat pembelajaran di kelas,beberapa waktu yang lalu. Ceritanya gini, kelas gw lagi pembelajaran bahasa Indonesia di saat pak pelajaran ke-empat sehabis istirahat. Iseng2 ketika itu temen ada yang bawa kuaci yang di belinya pada saat istirahat pertama sebelumnya. Singkat cerita,dalam hitungan detik,kuaci itupun kini tersebar ke seluruh penjuru kelas. Dan jadilah warga kelas itu para pemangsa kuaci massal. Tuk…tuk..bunyi pecahan kulit kuaci pun bergema di setiap sudut kelas. Nggak mau kalah,gw pun turut berpartisipasi dalam gerakan iseng terselubung itu.
pembelajaran bahasa Indonesia di saat pak pelajaran ke-empat sehabis istirahat. Iseng2 ketika itu temen ada yang bawa kuaci yang di belinya pada saat istirahat pertama sebelumnya. Singkat cerita,dalam hitungan detik,kuaci itupun kini tersebar ke seluruh penjuru kelas. Dan jadilah warga kelas itu para pemangsa kuaci massal. Tuk…tuk..bunyi pecahan kulit kuaci pun bergema di setiap sudut kelas. Nggak mau kalah,gw pun turut berpartisipasi dalam gerakan iseng terselubung itu.
Tuk..tuk… kulit kuaci pun di sulap jadi dua bagian. Sambil menyanyikan dan menirukan hamtaro yang memakan kuaci biji bunga matahariiii…. Kami juga bergaya selayaknya agen rahasia yang sedang menyamar. Ada yang pura2 baca buku,padahal di bawah bukunya tersimpan kuaci2 ilegal. Ada yang pura2 ngupil, padahal tangannya dengan cekatan memasukan kuaci ke dalam mulut. Ada yang pura2 berpikir kayak conan edogawa (tangannya menutupi mulut),padahal sedang menutupi geraham2nya yang bergoyang ria meremukan kuaci. Dan gaya2 lainya (gaya bebas,kupu2,ato gaya nyungsep).Hingga sampailah pada saat dimana rahasia pasti terbongkar. Yak,gw ketauan bu guru! Sontak,kelas pun jadi ramai. Saling tuduh menuduh pun terjadi. Walaupun dia makan juga kuaci itu,tetapi dia ikut2an nuduh.
ramai. Saling tuduh menuduh pun terjadi. Walaupun dia makan juga kuaci itu,tetapi dia ikut2an nuduh. Naaahhhh!,weee!, waahhh!, mereka pun beraksi layaknya maling teriak maling,layaknya penipu yang jago acting, dan dengan muka tak berdosa. Sedangkan gw Cuma diem aja karena tak berkutik tertangkap basah. He…he..
Coba kalian pikir,cuma gara2 kuaci yang harganya tak lebih dari lima ratus perak,dan besarnya tak lebih besar dari biji rambutan. Kita bisa masuk neraka. Yah, setidaknya karena perbuatan munafik kami yang di lakukan pada saat kejadian tadi. Apalagi perbuatan itu merupakan perbuatan terselubung yang melanggar peraturan sekolah. Baru hal yang sepele begitu saja sudah bikin dosa. Belum lagi hal2 yang lebih besar dan penanggung jawabannya besar di akhirat nanti. Apakah kita menyepelekannya juga? Kalau jawaban kalian tidak,beruntunglah kalian karena masih membuka mata dan masih memasang kuping kalian atas hal2 sepele.
Hal sepele…. Memang biasa kita anggap sepele. Contoh yang ringan saja, seperti guguran daun di taman. Ketika kita di taman dan menyaksikan guguran daun itu mungkin kita tidak menhiraukannya. Padahal apabila kita hayati,guguran daun itu merupakan bukti nikmat Allah bahwa masih adanya gravitasi di bumi. Bahwa masih adanya pohon yang tumbuh dan menghasilkan daun di taman itu. Bahwa itu membuktikan mata kita masih berfungsi untuk melihat guguran daun itu. Bener gak?
Manusia memang begitu, cenderung memperhatikan atau menganggap sesuatu yang terbesit di hatinya saja. Padahal tidak ada suatu kejadian pun yang luput dari Allah Swt. Guguran daun,tetesan air,mengkikisnya batu,bergeraknya kutu, bahkan penggerakan rebosom yang terdapat dalam sel yang mikro pun Allah tahu.
Sedangkan manusia yang sudah di kodratkan ciptaan Allah,dan juga dikodratkan tidak tahu apa2 kecuali Allah menginginkan, malah sok tahu dalam kehidupan ini. Manusia sekarang lebih sombong. Manusia sekarang seenaknya membuat peraturan hidupnya di dunia. Sedangkan peraturan hidup buatan tuhannya sendiri yang di ciptakan untuk mereka,di campakkannya.
Ibaratnya kamu punya handphone merek NOKIA,dan ternyata handphone kamu itu rusak. Apakah untuk memperbaikinya kamu bawa ke tukang tambal ban? Tentu tidak bukan? kamu pasti akan membawanya ke counter NOKIA. Karena kamu merasa hp buatan NOKIA maka memperbaikinya harus ke NOKIA itu sendiri. Karena pabrik NOKIA yang memproduksinya bukan? dan karena mereka lebih tahu apa yang mereka ciptakan bukan?.
Atau contoh lain, kamu beli sepeda motor HONDA. Di buku peraturan yang di keluarkan pabrik Honda,sepeda motor itu harus di isi dengan bensin agar bisa jalan. Tapi karena kamu nakal,dan kamu pengen lebih murah,kamu isi dengan air putih. Trus,apakah sepeda motor itu bisa jalan? Walaupun bisa maju sedikit,seterusnya motor kamu pasti akan rusak bukan?.. soalnya kamu melanggar peraturan yang di keluarkan pabrik honda tersebut. Karena kamu melanggar peraturan pembuat sepeda motor Honda itu.
Sekarang,apakah kita seperti itu? Apakah sekarang,kita sudah mematuhi peraturan yang di perintahkan pencipta kita? Sudahkah? Jangan sampai kita rusak, karena melanggar peraturan pencipta kita. Seperti halnya sepeda motor Honda yang salah aturan tadi. Dan apabila kita sudah terlajur rusak, ya.. marilah kita kembali ke aturan sang pencipta kita, yaitu Islam. Agar kerusakan kita dapat di perbaiki, sebagaimana sesuai aturan-Nya yang Maha tahu tersebut. (StuntBoy)