Arsip Kategori: Uncategorized

Gue memandang kearah wanita yang duduk tepat di depanku. Entah sudah berapakali ia terus-terusan merapikan rambut panjangnya yang berantakan tertiup angin, yang berhembus melalui jendela angkot yang terbuka di belakang kepalanya. Huh.. gue pikir kenapa bukan jendelannya dulu yang ditutup, baru dibereskan rambutnya.           

 Kemudian wanita itu memberhentikan angkot yang bersama kami tumpangi. Angkotpun berhenti. Wanita itupun turun sambil menarik bagian belakang kaosnya untuk menutupi bagian bawah pungungnya yang terbuka -ketika menungging turun dari angkot. Kemudian wanita itu menarik bagian depan kaosnya. Entah apa lagi yang ditutupinya kali itu. Huh.. gue pikir kenapa enggak sekaligus saja tutupi tubuhmu dengan pakaian yang layak pakai. Kan, jadi enggak repot tarik sana tarik sini.           

Perbuatan sia-sia yang dilakukan oleh wanita tersebut, banyak dipraktekan di muka bumi ini.  Betapa berapa banyak orang yang terpedaya oleh indahnya iklan-iklan dimedia. Yang membius orang-orang yang melihatnya untuk mencicipi produk iklan tersebut tanpa melihat keadaan yang tengah terjadi. Betapa anehnya seseorang anak yang tidak mampu ,merengek-rengek kepada orang tuanya untuk di belikan serbuk minuman jeruk yang sering diiklankan di tivi, dari pada membeli jeruk aslinya. Atau para ibu yang rela mengeluarkan uang nya lebih banyak karena iklan ditelevisi yang mengatakan bahwa makanan kemasan X “lebih diperkaya protein dan vitamin yang baik untuk pertumbuhan otak” dari pada membelanjakakan sepotong tempe yang protein nabatinya tidak perlu diiklankan lagi.             

Atau mereka yang sering berteriak bahwa ketimpangan dalam penegakan hukum adalah masalah yang dihadapi sekarang ini. Sehingga mereka meminta supremasi hukum ditegakan. Padahal mereka gak sadar bahwa permasalahannya adalah lebih karena hukum yang diterapkan adalah salah. Sama seperti wanita di angkot tadi yang gak sadar bahwa jendela yang terbuka itu adalah akibat yang membuat rambutnya berantakan. Mereka  juga menganggap pemimpin yang tidak amanah adalah penyebabnya. Padahal, mereka tidak sadar bahwa semua itu akibat dari sistem yang di terapkan juga salah. Sama seperti ketidaksadaranya wanita di angkot tadi yang repot menarik-narik bajunya, padahal baju yang cocok untuk adik kamu itu adalah masalahnya.           

Hukum yang diterapkan sekarang adalah kesia-siaan belaka. Karena kita kini memakai hukum buatan manusia seraya menolak tegas hukum buatan Sang Pencipta. Sistem yang terpakai sekarang ini adalah kesia-siaan belaka pula, karena kita memakai sistem buatan kafir yang terbukti tidak mensejahterakan seluruh makhluk, seraya mencampakkan sistem Sang Kuasa.           

 Kata guru ngaji gue dulu, perbuatan sia-sia adalah perbuatan setan. Jadi, artinya yang ngelakukan hal sia-sia itu sama derajatnya sama setan. Lalu,… kalo gitu kita yang gak make aturan Sang Pengatur, sekarang ini setan dong?? (premanygcumatakutAllah)